Indeks Harga Saham Paduan (IHSG) mencatatan rekor baru dalam perdagangan harian (intraday), Selasa (3/10/2017), di dalam desakan tindakan jual asing.

Pernah melemah dimuka perdagangan, IHSG kembali bangkit menembus teritori hijau sampai akhir perdagangan. Bahkan juga di session II, indeks mencatatkan rekor baru di 5. 953, 47. Saham-saham bidang pertambangan jadi penopang paling utama gerakan IHSG hari ini.

Jam 16. 00 IHSG ditutup menguat sebesar 25, 42 point atau 0, 43 % di tempat 5. 939, 45. Sejumlah 167 saham diperjualbelikan menguat, 165 saham melemah serta 114 saham stagnan.

Volume perdagangan menjangkau 8, 38 miliar saham dengan nilai transaksi menjangkau Rp 6, 25 triliun. Investor asing sampai hari ini masih tetap mencatatkan net sell. Di semua pasar, nilai jual bersih oleh pemodal asing menjangkau Rp 238 miliar serta di pasar reguler Rp 217, 59 miliar.

Satu diantara penopang penguatan IHSG yaitu saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang pada hari ini naik sampai 19 % di tempat RP 206 per saham.

Yang lain yaitu TLKM yang naik 0, 21 % jadi Rp 4. 690 per saham. BMRI stagnan di Rp 6. 700 per saham, BBCA menguat 0, 12 % jadi Rp 20. 350 per saham. Lalu ASII yang naik 0, 94 % di Rp 8. 000 per saham, BBNI menguat 2, 34 % ke level 7. 650 % serta BBRI naik 0, 49 % ke tempat Rp 15. 325.

Dari 10 indeks bidangal, saham-saham bidang pertambangan terdaftar menguat tertinggi yaitu sebesar 1, 5 %.

Bidang beda yang menguat yaitu konsumer (0, 45 %), manufaktur (0, 38 %), bermacam industri (0, 81 %), infrastruktur (0, 05 %), keuangan (0, 47 %), perdagangan (0, 66 %) serta property (0, 57 %).

Di bagian beda, beberapa bidang yang melemah yaitu agribisnis (-1, 14 %) serta bermacam industri (-0, 2 %).

Disamping itu, nilai ganti rupiah pada sore hari ini melemah pada dollar AS. Mengutip Bloomberg, rupiah diperjualbelikan di Rp 13. 542 per dollar AS.

Gerakan IHSG Awal Minggu Di pengaruhi Data Domestik

Indeks Harga Saham Paduan (IHSG), Jumat (29/9/2017) minggu lantas, ditutup menguat 1, 02 % ke 5. 900, 85. Namun dalam satu pekan paling akhir, indeks saham terkoreksi 0, 18 %.

Mengutip Kontan, Senin (2/10/2017), laju IHSG di akhir minggu lantas didorong penolakan Menteri ESDM Ignasius Jonan pada saran PT PLN berkaitan harga spesial batubara.

Saham yang ikut menggerakkan IHSG, umpamanya, PGAS, yang melonjak 7, 88 %, PTBA yang menguat 4, 50 %, ITMG yang menanjak 4, 11 %, dan ADRO yang tumbuh 3, 40 %.

Kepala Penelitian Paramitra Alfa Sekuritas Kevin Juido menilainya, penolakan Menteri Jonan adalah katalis positif untuk IHSG pada minggu kemarin.

” Ini yang mengakibatkan prospek harga saham emiten produsen batubara kembali bagus. Meskipun, empat hari akhir-akhir ini turun karna ada potensi keuntungan taking, ” tutur dia.

Terkecuali didukung harga saham batubara, Analis OSO Sekuritas Riska Afriani memiliki pendapat, IHSG minggu lantas memperoleh dorongan bidang bermacam industri yang naik 2, 27 % serta bidang perbankan yang menguat 2, 14 %.

Menurut Riska, saham perbankan kompak naik merespons penurunan suku bunga referensi. Dengan teknikal BCA dalam tempat uptrend serta BMRI naik cukup penting, tuturnya.

Sedang sentimen negatif datang dari mancanegara. Ambillah contoh, potensi kenaikan suku bunga The Fed diakhir th. juga kemelut Amerika Serikat dengan Korea Utara.

Untuk hari ini (2/10/2017), Riska memperkirakan laju IHSG akan dipicu katalis positif dalam negeri. Awal bulan ini ada launching indeks manufaktur serta inflasi September yang juga akan merubah gerakan IHSG, Senin (2/10/2017).

Riska memprediksikan, IHSG hari ini naik di rentang dukungan 5. 880 serta resistance 5. 922. Tengah Kevin memproyeksikan, IHSG terkoreksi di dukungan 5. 870 serta resistance 5. 915.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *