Untuk berinvestasi di bidang kondominium hotel (kondotel) investor tidaklah perlu mencari penyewa. Sesudah kondotel terbangun serta beroperasional, ada operator yang siap mengelolanya.

” Itu bedanya investasi di bidang kondotel dengan investasi property yang lain. Investor tidaklah perlu ribet, ” tutur Ratdi Gunawan, Marketing Consultant Grand Orange Condotel Pandawa Beach Bali, menyebutkan Ratdi, Senin (10/7/2017).

Ratdi menyebutkan, investor kondotel juga akan terima keuntungan berbagi yang dihitung pada tiap-tiap akhir th.. Pembagian keuntungan itu di ambil dari rata-rata room rate serta tingkat okupansi hotel itu dan bukan diambil dari usaha jasa service mesin cuci jakarta.

” Rumusnya tidak beralih. Pembagian keuntungan dihitung dari harga kamar hotel per malamnya, selalu dikali 365 hari, lantas dipotong biaya operasional hotel. dari situ itu pembagian persentase keuntungan berbagi pada developer serta investor hotel, ” tuturnya.

Ratdi menyebutkan, tingkat okupansi yang tinggi di lokasi pantai Bali masih tetap menyentuh angka 80 %. Hal tersebut tidak terlepas dari tingginya jumlah wisatawan yang bertandang ke Bali serta turut menyebabkan trend berinvestasi di bidang ini.

” Tersewa atau tidak, investor tetaplah juga akan memperoleh pembagian keuntungan yang juga akan dihitung dengan proposional dari tingkat tempat tinggal serta jumlah unit hotel, ” lebih Ratdi.

Sekarang ini Grand Orange Pandawa sendiri telah terjual 88 %. Ratdi menyebutkan, hotel bintang empat hak punya ini betul-betul jual Pantai Pandawa yang terakhir semakin popular di mata wisatawan. Ratdi katakan, kondotel di lokasi pantai mempunyai karakter tingkat tempat tinggal senantiasa tinggi.

” Yang buat usaha hotel di Bali menjanjikan itu yaitu perkembangan kunjungan wisatawan domestik serta mancanegara. Bali sendiri kan kita ketahui, mulai Raja Arab Saudi, PM Malaysia, bahkan juga paling akhir bekas Presiden AS Barrack Obama ingin menyempatkan diri liburannya ke Bali, ” tutur Ratdi.

Seperti dikabarkan terlebih dulu, berdasar pada data PHRI Bali, gerakan penumpang yang masuk serta keluar Bali pada libur lebaran th. ini saja menjangkau 69 ribu orang /hari. Wisata domestik saja menjangkau 18. 698 orang, sedang wisatawan mancanegara sejumlah 16. 298. Totalnya sekitaran 34. 996 wisatawan.
Ketua PHRI Bali, Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, pada Tribun Bali, menuturkan kalau data sesaat per 28 Juni 2017 lantas berlangsung kenaikan gerakan penumpang menuju Bali sebesar 5, 99 %, yakni dari 846. 611 pada 2016 jadi 897. 326 pada 2017.

” Bersamaan kenaikan gerakan penumpang, okupansi rate hotel juga bertambah, ” tutur Oka.

Menurutnya, okupansi rata-rata per lokasi sepanjang libur lebaran 2017 ini beragam, dari mulai Nusa Dua sebesar 85 %, Kuta 75 %, serta Ubud 80 %.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *